Thank You Lord for another Sunday in my life.
As usual after the fellowship I continue my day going to SM Mall, looking for something for my lunch.
Enjoy my lunch in KFC...tentu saja memesan paket yang termurah dari makanan yang katanya untuk orang yang uangnya pas2an. Hidup yang pas2an tepat menggambarkan hidupku saat ini. Efek dari 2 bulan belum gajian & beasiswa yang tak kunjung cair karena t4 kerjaku di handover ke pihak government.
Ternyata lumayanlah pergumulanku, mulai dari masalah ekonomi sampai masalah kuliah yang mulai komplex plus masalah personal lainya.
I know that He sent me here because he has a reason. Semenjak dari kandungan ibuku Dia sudah merancangkan kehidupanku.
He knows..No worries.
Walaupun ditengah krisis ekonomi yang menerpa..saya memutuskan untuk refreshing sejenak ke cinema. John Carter Cinema 1 (ada sih 3D nya tapi...u know lah alasanku kenapa ambil yang bisa2 saja instead of 3D hehehe
Schedule filnya mulai jam 1 tapi untuk mencari sudut pandang yang terbaik aku masuknya lebih awal. Jam 1 kurang 20 menit aku sudah duduk dibalkon, baris kedua, ditengah2. Angle yang bagus untuk mendapatkan perfect view.
I'll give you brief explanation about the cinema here.
Harga tiket yang dijual tidak tergantung dari hari (entah itu hari senin-kamis, jumat, week end, libur), harga selalu sama tiap hari. Terkecuali 3 D harganya lebih mahal. Harga tiket tiap mall juga berbeda2 tergantung kenyamanan saat nonton. For Instant, harga regular tiket di SM mall, beda dengan Gaisano Mall, Nccc Mall or the bigest one Abreeza mall.
Beberapa cinema disini juga memiliki peraturan yang berbeda2. SM mall misalnya mereka menjual tiket tanpa menyertakan nomor kursi (kita yang menentukan enaknya mo duduk dimana, kita bisa nonton dan berada seharian didalamnya). Berbeda dengan Abreeza Mall, cinema ini memiliki peraturan seperti di Indo (tempat duduknya punya nomor & untk sekali round saja kita bisa nonton).
Saat menuju tempat favoritku aku melihat bahwa dibelakang tempat duduk itu adalah Elderly Couple. Jika kuperkirakan umur mereka sekitar 70-an. mereka menikmati popcorn, snacks, and soft drinks. hmm...cukup menyenangkan melihat mereka aktif, menikmati hidup dan mesra dengan pasang mereka di usia seperti itu. Nice couple and nice example of what love is.
Seperti biasa, sebelum filmnya diputar..
peraturan2 selama pemutaran film ditayangkan.
Kalau di Indo setelah aturan hukum itu, kita langsung menyaksikan iklan2 untuk film2 yang coming soon.
Tapi disini...tidak...
National anthem yang mengiringi kisah perjuangan pun ditayangkan.
Semua orang berdiri, memberi hormat (menaruh tangan kanannya di dada). Aku pun berdiri untuk menhormati jasa para pahlawan.
Menurut saya ini adalah hal yang patut dicontohi.
Rasa patriotrisme terhadap bangsa mulai pudar seiring dengan kemajuan zaman, dan seiring dengan goresan merah yang ditorehkan oleh para pemimpin. Kegagalan para pemimpin menjadi alasan yang cukup besar atas kekecewaan terhadap bangsa dan negara.
Orang yang merasa dirinya pintar mengumpat para pemimpin, mengutuki bangsa, menghina Ibu Pertiwi.
Orang Dewasa mencaci negara yang menjadi tempat naungan berjuta-juta keluarga..
Anak-anakpun meneladani dan menerima pengajaran lewat panca indra mereka.
Rasa patriotisme yang mulai memudar membuat kita tidak menghargai pengorbanan orang tua kita, kakek nenek kita, pahlawan kita yang memberikan negara ini sebagai tempat yang nyaman untuk ditinggali.
semua negara mempunyai permasalah masing-masing..negara yang berdiam berjuta2 penduduk pasti ada masalah..
Negara yang saya tinggali ini pun bermasalah.
Tapi dengan hanya mendengarkan dan menghargai Lagu Nasionalpun saya teringat akan negaraku..
I wish..suatu saat.. saya akan menonton di Bioskop Indonesia, saya akan berdiri 5 menit dan menghayati betapa cintanya saya akan Ibu pertiwi.
No comments:
Post a Comment