Malam Sebelumnya : set alarm...
Gud morning...
Today is Sunday.
Hari ini adalah jadwal pelayanan di Gereja. Saat teduh pagi ini sekalian dengan persiapan untuk memimpin ibadah hari ini. Walaupun sebetulnya Pembacaan dan Khotbah nya sudah kupersiapkan sejak minggu lalu. Aku sengaja mempersiapkan diri dan khotbah dalam Alkitabku. Sekedar jaga-jaga kalo tidak ada yang akan mimpin ibadah minggu pagi.
Ada berbagai alasan kenapa khadim yang seharusnya pimpin hari itu tidak bisa menjalankan tugasnya. Ex, ada urusan pribadi atau bahkan kecewa dengan management gereja. Oh c'mon this is pekerjaan Tuhan githu lho...
09.45 aku melangkahkan kaki sambil mengawasi sekitar jika ada Tricycle (orang sini baca:Tresikat, gak ngerti juga kenapa bisa terpleset begitu. pengaruh aksen mungkin...). Tricycle itu seperti becak (Jawa), dan Bentor (Sulut). Sepanjang jalan gak ada tricycle yang lewat, akhirnya sampai lah aku di t4 mangkalnya tricycle itu. dari kejauhan kelihatan ada beberapa tricycle yg antri menunggu penumpang. Ketika tiba giliranku untuk naik ternyata tricycle yang tipe motor sudah dipakai oleh penumpang lain. Yang tertinggal disitu hanya tricycle yang dikayuh (sepeda)oleh si Bapak yang sudah cukup tua. Pikir sejenak sebelum memutuskan apakah saya akan pakai angkutan itu. Jarak gereja lumayan jauh dan saya diburu waktu untuk mimpin ibadah karena sudah terlambat. Saat memandang wajah bapak itu, rasa iba lebih besar dari pada khawatir saya akan jam ibadah hari itu. setelah memutuskan harga dengan si Bapak (Bapak ngomongnya pake bahasa Visayak menyebutkan nominalnya, dan aku mengkonfirmasi lagi jumlah itu dengan bahasa inggris. Sebenarnya kurang tepat jika saya menyebutnya "Konfirmasi" karena jujur aku gak ngerti berapa nominal yang disebutkan. saya hanya mengatakan jumlah yang biasa saya bayar hari2 minggu sebelumnya).
Si Bapak mengayuh sepedanya dengan sekuat tenaga, rasa2nya ingin menahan napas atau upaya yang bisa dilakukan agar si Bapak tidak sulit untuk mengayuhkan sepedanya (supaya lebih ringan maksudnya). Cukup tua untuk melakukan pekerjaan yang menguras energi setiap hari. Tricycle berjalan sangat pelan, walaupun si Bapak sudah mmbungkukkan badannya untuk menambah kecepatan. Saya melihat jam di pergelangan tangan saya, rasa khawatir jemaat menunggu saya mulai merasuki pikiranku. Perasaan menyesal menggunakan tricycle sepeda ini mulai berperang dalam hati saya dengan pemikiran-pemikiran rasional yang membela pilihan yg saya pilih. Salah satunya pemikiran yang saya kategorikan rasional dan menjurus ke rohani adalah : "alangkah tidak bergunanya khotbah saya bagi jemaat tentang kasih sedangkan dalam kehidupan sehari-hari saya bahkan tidak mau menaiki tricycle yang dikayuh oleh si bapak yang mengharapkan sejumlah peso untuk keluarganya. Mungkin saja sejumlah peso yang sedikit ini merupakan berkat banyak yang ditunggu oleh si Bapak.Mungkin Bapak ini adalah orang yang diberkati Tuhan untuk memberkati keluarganya, untuk menghidupi keluarganya, untuk menopang keluargannya.....dst"
Kelihatan jelas dari model tricycle yang saya tumpangi kalau tricycle itu dibuat sendiri oleh si bapak dengan seadanya (seadanya disini jika dibandingkan dengn tricycle yang lain).
Saya mulai tersenyum dan menikmati perjalanan saya....saya menikmati perjalanan saat ini.
"Diri lang...(memberikan bayaran)...salamat po"
saya memasuki gereja (gereja disini adalah gedung fasilitas Konsulat yang kita pakai untuk tempat beribadah..HOI (House of Indonesia)).
Wakil Ketua Jemaat menyapa saya dengan hangat dan mengatakan bahwa saya orang kedua yang baru datang di gereja.
Trimakasih Tuhan saya tidak mengecewakan jemaat dan membuat mereka menunggu lama,
dan saya menikmati perjalanan indah ke gereja dengan si Bapak.
Tuhan Yesus memberkati orang-orang yang bekerja untuk menjadi berkat bagi orang lain..
Happy sunday Folks...
No comments:
Post a Comment