I hope that you will enjoy reading these stories as much as I enjoyed writing them for you.
Thursday, September 13, 2012
Nursing Education in Indonesia
Tuesday, April 24, 2012
Enrollment
let me share to u my experience, mudah2n bisa bantu.
Saya sekolah di Graduate School, San Pedro College, Davao City, Philippines.
Datang sekolah karena di suruh sekolah oleh Direktur ;)
Yang akan saya bagi adalah pengalaman saya mendaftar di sekolah di sini (Philippines), saya tidak terlalu yakin apakah ini juga berlaku bagi sekolah yang lain di luar negeri. Tapi mudah-mudahan ini bisa jadi pertimbangan.
Sebelum datang ke sini (Phil), saya memohon bantuan dari perwakilan Indonesia yang ada di sini. Boleh Embasy (Kedutaan) kalo berada di kota negara, atau Konsulate (jika ada di wilayah contoh provinsi). Perwakilan Indonesia dalam hal ini Konsulat Jendral Republik Indonesia (KJRI) bersedia membantu dengan mencari Informasi sekolah2 keperawatan yang relevant dengan tujuan saya.
Anda bisa memohon bantuan dengan cara mengirimkan e-mail, sms, telphone, atau mengunjungi website mereka. Mereka akan sangat senang membantu karena itu sudah merupakan tugas mereka. Hubungi bagian Pendidikan dan kebudayaan karena mereka yang mengurusi bagian itu. Saya dulu mengirimkan email dengan memohon bantuan daftar Universitas dengan program masteral keperawatan di kota Davao, persyaratan yang dibutuhkan, waktu pendaftaran dan kuliah, pembiayaan (untuk memprediksi biaya yang dibutuhkan). Mohon saran mereka juga untuk memberikan rekomendasi sekolah terbaik dengan pertimbangan-pertimbangannya.
Setelah mendapat informasi yang cukup dari pihak KJRI saya pun mulai melengkapi persyaratannya.
- Saya mendapatkan surat tugas belajar dari tempat kerja saya (Direktur yang mengeluarkan surat tugas belajar ataupun Izin belajar). Perbedaan antara tugas belajar dan izin belajar pada umumnya kalau tugas belajar dibiayai oleh institusi atau pihak terkait, kalo izin belajar biaya pribadi.
- Kalau ijazah dan transkrip S1, akte kelahiran anda dalam Bahasa Indonesia maka anda harus mentranslate nya ke bahasa inggris. (akte kelahiran bisa di translate di konsulat dan embassy) Ijazah dan transkrip yang sudah di translate (English Version dan sudah di cap basah/legalisir oleh pihak kampus) di bawa ke pengadilan untuk di notarize (Buatlah beberapa xerox copy dan notarize).
- Kunjungi Konsulate atau embassy negara tujuan ada di kota anda atau kota terdekat lainnya sambil membawa dokumen yang sudah di notarize (Ijazah dan Transkrip). Pihak konsulate/embassy akan mengevaluasi berkas anda dan memberikan pita/segel stamp (authentication). Aakan lebih menguntungkan jika anda membayar biaya yang diminta dengan menggunakan dollars.
- Dulu saya tidak dibutuhkan sertifikat TOEFL atau sejenisnya, tapi alangkah lebih baik jika anda memilikinya (atau jika anda bertujuan untuk melamar beasiswa, toefl sangat dibutuhkan).
- Ketika semua dokumen sudah siap belilah tiket keberangkatan. Anda akan travel menggunakan Visa 9a (tourist visa). Jadi pihak bandara akan membutuhkan tiket PP (roundtrip tiket). Pengalaman saya, saya hanya membeli tiket one way(sekali jalan), dan ketika ditanya di bandara saya menunjukkan dokumen yang sudah di authentication oleh pihak konsulat atau Embassy. Dengan memberikan pertimbangan bahwa saya belum memiliki waktu pasti untuk kepulangan karena baru mau mendaftar kuliah (berdoa saja mudah2n pihak maskapai mengizinkan anda untuk keluar Indo).
- Jika anda sebelumnya telah kontak dengan perwakilan Indonesia di negara tujuan anda, maka mereka akan membantu anda dan menjemput di bandara. ;)
- Saat tanggal pendaftaran tiba, daftarkan diri anda dengan membawa smua dokumen/persyaratan, ikut tes masuk (Tertulis dan wawancara).
- Ketika anda dinyatakan lulus, mintalah surat tanda dterima oleh pihak sekolah (Letter of Acceptance), sebaiknya anda meminta 2 copies. Karena surat ini akan berguna untuk apply / converse dari 9a visa (tourist visa) ke student visa, dan ada membutuhkan itu untuk apply beasiswa. **mudah2n saya bisa membagi pengalaman saya tentang pengurusan student visa.
Sunday, April 22, 2012
Who are a liar?
Manusia pada umumnya sering berdusta (termasuk saya).
Ada banyak alasan kenapa kita berdusta.
Ada banyak cara untuk berdusta.
Ada banyak orang yang marah ketika didustai.
Adakah yang merasa dirinya tidak pernah berdusta?
Adakah yang tidak pernah berdusta kepada temannya? pasangannya? ortunya? kerabatnya? dirinya?
Apakah anda selaku orang kristen pernah menyanyi lagu ini:
1. Sweet Hour of Prayer (Indahnya saat yang teduh) ?
berapa jam ada berdoa untuk Tuhan dalam 1 hari? kita hanya merasa cukup berdoa dalam hitungan menit, sembari kadangkala pikiran kita terbagi untuk hal lain.
2. Onward Christian Soldiers (Maju, Laskar Kristus)?
Kita sering mencari-cari alasan untuk tidak terlibat dalam pelayanan. Bahkan kita seringkali menari alasan untuk dapat menarik diri dari pelayanan yang sudah kita laksanakan. entah itu karena marah kepada pimpinan gereja, tersinggung dengan jemaat, ataupun perbedaan pola pikir dalam pelayanan.
3. O for a thousand Tongues To Sing (Beribu lidah patutlah)?
Apakah lidah kita sudah dipakai untuk memuji Tuhan dan mengagungkan namaNya?
4. There Shall Be Showers of Blessing (Hujan Berkat 'kan Tercurah)?
Dengan penuh semangat kita menyanyikan lagu ini disaat cerah, tapi sering juga mengeluh tiap hujan, mengeluh saat terlampau terik. Mengeluh di saat kehabisan uang..mengeluh di saat kebutuhan tidak tercukupi..ragu akan janji berkatNya.
5. Blest Be The Tie That Binds (Alngkah indahnya kesatua)?
Tapi Sakit hati dan iri merusak ikatan persaudaraan yang berharga.
6. Serve the Lord with Gladness (Layanilah Tuhan dengan sukacita)?
Tetapi kita terus menerus mengeluh dengan apa yang kita lakukan.
Dusta tetap dusta..baik itu sekedar kata-kata ataupun nyanyian
Berkata-katalah dengan jujur,
Bernyanyilah dengan jujur.
Wednesday, April 11, 2012
I did it (part I)

I did it (part 1)..???
Kenapa part 1???
ini adalah bagian awal dari keseluruhan bagian yang harus saya capai.
Stelah menyusun 3 proposal , saya mengumpulkan nya kepada sekretaris.
Selanjutnya menunggu sms konfirmasi dari mereka.
Menerima sms dari sekertaris GS merupakan hal kecil yang cukup membuat jantung berdegup dengan kencang untuk sekian detik. Was2 untuk kabar yang akan diterima..hufft..
Hari ini (April 11. 2012 at 08:00AM) saya harus mempertahankan judul saya yang nantinya akan dijadikan sebagai Thesis saya (itulah mengapa saya mengatakan ini adalah part 1).
Saya bingung apa yang harus saya pelajari, bagaimana mekanisme ujian, apa yang harus saya persiapkan, dll. Tidak perlu untuk terlalu menjelaskan bagian ini coz sepertinya saya bukan hanya cemas tapi mendekati panik.
jam 07.45 saya sudah berada di depen GS office.
07.50 sekretaris tiba dan mempersilahkan saya masuk. Saya memberikan snack dan softdrinks yanag saya bawa agar dia dapat mengaturnya diatas meja.
satu persatu para panelist datang...
level stress saya mulai berkurang karna para panelists adalah dosen saya, saya mengenal mereka. Ketika para panelists satu persatu menyapa saya..semakin berkurang level stress.
Sayapun dipanggil untuk mempertanggug jawabkan judul penelitian saya.
setelah 30 menit diskusi dengan mereka, akhirnya mendapat kesepakatan atas judul Thesis saya. Beberapa advices menjadi pertimbangan saya untuk menjadi perhatian pelaksanaan penelitian saya.
sekarng 20% dari beban yang saya pikul sudah berkurang..80 % lagi (30%proposal, 50% Thesis)..
Tuhan sudah memberkati langkah awal...saya juga yakin dan percaya Tuhan akan memberkati perjalanan saya selanjutnya.
Titanic 3D sebagai reward untuk diri sendiri..nonton yuuukkkk...........
SM Cinema, 02:00PM, Digital, 250Peso:)
Tuesday, April 10, 2012
Easter
For the second time I celebrated Easter here, in the Philippines.
I miss my family, I miss my sisters and brothers..I remember how we celebrate Easter every year in my home town.
I miss all that party, I miss that Victory Party.
I know where ever I am, that is a God plan in my Life. I realize that I am here is not only for schooling but more than that, God use me as His Servant.
I celebrated the Easter in House of Indonesia, Davao City, Philippines. We did fellowship, breakfast together, games for teenagers and kids, drawing eggs, Hunt Eggs, and chit chat hehehe.
Although I couldn't celebrate n hug my family and say Happy Easter but I still happy because I received so many regards and hugs from my family here.
Sunday, March 18, 2012
Cinema
As usual after the fellowship I continue my day going to SM Mall, looking for something for my lunch.
Enjoy my lunch in KFC...tentu saja memesan paket yang termurah dari makanan yang katanya untuk orang yang uangnya pas2an. Hidup yang pas2an tepat menggambarkan hidupku saat ini. Efek dari 2 bulan belum gajian & beasiswa yang tak kunjung cair karena t4 kerjaku di handover ke pihak government.
Ternyata lumayanlah pergumulanku, mulai dari masalah ekonomi sampai masalah kuliah yang mulai komplex plus masalah personal lainya.
I know that He sent me here because he has a reason. Semenjak dari kandungan ibuku Dia sudah merancangkan kehidupanku.
He knows..No worries.
Walaupun ditengah krisis ekonomi yang menerpa..saya memutuskan untuk refreshing sejenak ke cinema. John Carter Cinema 1 (ada sih 3D nya tapi...u know lah alasanku kenapa ambil yang bisa2 saja instead of 3D hehehe
Schedule filnya mulai jam 1 tapi untuk mencari sudut pandang yang terbaik aku masuknya lebih awal. Jam 1 kurang 20 menit aku sudah duduk dibalkon, baris kedua, ditengah2. Angle yang bagus untuk mendapatkan perfect view.
I'll give you brief explanation about the cinema here.
Harga tiket yang dijual tidak tergantung dari hari (entah itu hari senin-kamis, jumat, week end, libur), harga selalu sama tiap hari. Terkecuali 3 D harganya lebih mahal. Harga tiket tiap mall juga berbeda2 tergantung kenyamanan saat nonton. For Instant, harga regular tiket di SM mall, beda dengan Gaisano Mall, Nccc Mall or the bigest one Abreeza mall.
Beberapa cinema disini juga memiliki peraturan yang berbeda2. SM mall misalnya mereka menjual tiket tanpa menyertakan nomor kursi (kita yang menentukan enaknya mo duduk dimana, kita bisa nonton dan berada seharian didalamnya). Berbeda dengan Abreeza Mall, cinema ini memiliki peraturan seperti di Indo (tempat duduknya punya nomor & untk sekali round saja kita bisa nonton).
Saat menuju tempat favoritku aku melihat bahwa dibelakang tempat duduk itu adalah Elderly Couple. Jika kuperkirakan umur mereka sekitar 70-an. mereka menikmati popcorn, snacks, and soft drinks. hmm...cukup menyenangkan melihat mereka aktif, menikmati hidup dan mesra dengan pasang mereka di usia seperti itu. Nice couple and nice example of what love is.
Seperti biasa, sebelum filmnya diputar..
peraturan2 selama pemutaran film ditayangkan.
Kalau di Indo setelah aturan hukum itu, kita langsung menyaksikan iklan2 untuk film2 yang coming soon.
Tapi disini...tidak...
National anthem yang mengiringi kisah perjuangan pun ditayangkan.
Semua orang berdiri, memberi hormat (menaruh tangan kanannya di dada). Aku pun berdiri untuk menhormati jasa para pahlawan.
Menurut saya ini adalah hal yang patut dicontohi.
Rasa patriotrisme terhadap bangsa mulai pudar seiring dengan kemajuan zaman, dan seiring dengan goresan merah yang ditorehkan oleh para pemimpin. Kegagalan para pemimpin menjadi alasan yang cukup besar atas kekecewaan terhadap bangsa dan negara.
Orang yang merasa dirinya pintar mengumpat para pemimpin, mengutuki bangsa, menghina Ibu Pertiwi.
Orang Dewasa mencaci negara yang menjadi tempat naungan berjuta-juta keluarga..
Anak-anakpun meneladani dan menerima pengajaran lewat panca indra mereka.
Rasa patriotisme yang mulai memudar membuat kita tidak menghargai pengorbanan orang tua kita, kakek nenek kita, pahlawan kita yang memberikan negara ini sebagai tempat yang nyaman untuk ditinggali.
semua negara mempunyai permasalah masing-masing..negara yang berdiam berjuta2 penduduk pasti ada masalah..
Negara yang saya tinggali ini pun bermasalah.
Tapi dengan hanya mendengarkan dan menghargai Lagu Nasionalpun saya teringat akan negaraku..
I wish..suatu saat.. saya akan menonton di Bioskop Indonesia, saya akan berdiri 5 menit dan menghayati betapa cintanya saya akan Ibu pertiwi.
Friday, March 9, 2012
My Research
Teh yang kubawa dari Indonesia. Saya belum pernah merasakan teh dari negeri yang kutinggali ini, tapi karena Indonesia terkenal dengan perkebunan teh saya pun memprediksi bahwa teh Indonesia lebih enak rasanya dari teh yang dijual di supermarket disini. Tentu saja dengan tambahan kefanatikan akan produk negara sendiri dan sekedar mengobati rasa rindu akan tanah air hehehe (kayaknya ini merupakan alasan utama deh.. :) )
Saya pun mengambil teh yang ada d kulkas dan hendak kuseduh dengan air panas..saat mengambil teh , sedikit lucu juga dengan isi kulkas.
Kulkas yang ada di tempat kos, dipakai bersama oleh penghuni paviliun ini.
Isi kulkas berdasarkan kamar dan warga negara :
- kamar no 1. (pasangan berkebangsaan Philippines) : makanan ringan, air es.
- Kamar no 2 (Pasangan berkebangsaan Australia) : Buah segar, buah kaleng dan Bir botol.
- Saya yang berkebangsaan Indonesia : Abon Ikan, teh, dan oranges jus botol.
Ha1 : Ada hubungan antara isi kulkas dengan gaya hidup antara 3 negara ini hehehe
Ha2 : Ada hubungan antra isi kulkas dengan status ekonomi antara 3 negara ini hehehe
Kayaknya butuh penelitian lebih dalam dan dengan uji yang sesuai hahahahahaha
sruuuuuupppp.....nge-Teh yuuuukkkk....
Thursday, March 8, 2012
Blessed
A friend and I were standing in line at the grocery store the other day, and I was telling how lazy my children were. I had come in from work that morning, and like most times, my house was wrecked.
" I believe children nowadays are just out for what they can get. I bend over backwards for them, and they can't even help keep our house clean. it wouldn't bother me so, but it's the woman who looks bad if the house is mess."
"Do you know how blessed you are?" a woman behind us asked.
"I would love to go home and find my house a mess. I wouldn't mind my carpet being ruined or the dishes left everywhere. I wouldn't mind the dirty clothes being piled high or the many socks to match. I wouldn't even mind anyone talking about my dirty home. Matter of fact, I would love it. I would dearly love to kick my way through the house just to get to my kids and be able to hug them, kiss them and tell them how much I love them. You see, my two children were killed in an auto accident, and how now it's just my husband and me. My house stays clean, my clothes sty put up, the dishes are done. There are no sounds of arguing, no slamming doors, no laughter, no 'I love you Mom'.
So you see, you are very blessed. What I would give to be going through what you are right now. How I would love to be able to hold my kids, wipe away their tears, share their dreams. Just to watch them play. If I had my children, I wouldn't care how my house looked. I would be hppy just to have them."
Now if you come into my house and see a big old mess, you can think bad thoughts if you want, but I feel greatly blessed.
Miss my mom
suatu saat ini juga akan menjadi surat kita untuk anak-anak kita..
The Animal School
Once upon a time, the animals decide they must do something heroic to meet the problems of “a new world”. So they organized a school.
They adopted an activity curriculum consisting of running, climbing, swimming and flying. To make it easier to administer the curriculum, all the animals took all the subjects.
The duck was excellent in swimming, in fact better than his instructor, but he made only passing grades in flying and was very poor in running. Since he was slow in running, he had to stay after school and also drop swimming in order to practice running. This was kept up until his webbed feet were badly worn and he was only average in swimming. But average was acceptable in school, so nobody worried about that except the duck.
The rabbit started at the top of the class in running, but had a nervous breakdown because of so much make-up in swimming.
The squirrel was excellent in climbing until he developed frustration in flying class where his teacher made him start from the ground up instead of from the treetop down. He also developed a “Charlie horse” from overexertion and then got a C in climbing and a D in running.
The eagle was a problem child and was disciplined severely. In the climbing class he beat all the others to the top of the tree, but insisted on using own way to get there.
At the end of the year, an abnormal eel that could swim exceedingly well, and also run, climb and fly a little, had the highest average and was valedictorian.
The prairie dogs stayed out of school and fought the tax levy because the administration would not add digging and burrowing to the curriculum. They apprenticed their children to a badger and later joined the groundhogs and gophers to start a successful private school.
Does this fable have a moral?
SOURCE: CHICKEN SOUP FOR THE SOUL
Jack Canfield and Mark Victor Hansen
Sunday, March 4, 2012
Sunday
Gud morning...
Today is Sunday.
Hari ini adalah jadwal pelayanan di Gereja. Saat teduh pagi ini sekalian dengan persiapan untuk memimpin ibadah hari ini. Walaupun sebetulnya Pembacaan dan Khotbah nya sudah kupersiapkan sejak minggu lalu. Aku sengaja mempersiapkan diri dan khotbah dalam Alkitabku. Sekedar jaga-jaga kalo tidak ada yang akan mimpin ibadah minggu pagi.
Ada berbagai alasan kenapa khadim yang seharusnya pimpin hari itu tidak bisa menjalankan tugasnya. Ex, ada urusan pribadi atau bahkan kecewa dengan management gereja. Oh c'mon this is pekerjaan Tuhan githu lho...
09.45 aku melangkahkan kaki sambil mengawasi sekitar jika ada Tricycle (orang sini baca:Tresikat, gak ngerti juga kenapa bisa terpleset begitu. pengaruh aksen mungkin...). Tricycle itu seperti becak (Jawa), dan Bentor (Sulut). Sepanjang jalan gak ada tricycle yang lewat, akhirnya sampai lah aku di t4 mangkalnya tricycle itu. dari kejauhan kelihatan ada beberapa tricycle yg antri menunggu penumpang. Ketika tiba giliranku untuk naik ternyata tricycle yang tipe motor sudah dipakai oleh penumpang lain. Yang tertinggal disitu hanya tricycle yang dikayuh (sepeda)oleh si Bapak yang sudah cukup tua. Pikir sejenak sebelum memutuskan apakah saya akan pakai angkutan itu. Jarak gereja lumayan jauh dan saya diburu waktu untuk mimpin ibadah karena sudah terlambat. Saat memandang wajah bapak itu, rasa iba lebih besar dari pada khawatir saya akan jam ibadah hari itu. setelah memutuskan harga dengan si Bapak (Bapak ngomongnya pake bahasa Visayak menyebutkan nominalnya, dan aku mengkonfirmasi lagi jumlah itu dengan bahasa inggris. Sebenarnya kurang tepat jika saya menyebutnya "Konfirmasi" karena jujur aku gak ngerti berapa nominal yang disebutkan. saya hanya mengatakan jumlah yang biasa saya bayar hari2 minggu sebelumnya).
Si Bapak mengayuh sepedanya dengan sekuat tenaga, rasa2nya ingin menahan napas atau upaya yang bisa dilakukan agar si Bapak tidak sulit untuk mengayuhkan sepedanya (supaya lebih ringan maksudnya). Cukup tua untuk melakukan pekerjaan yang menguras energi setiap hari. Tricycle berjalan sangat pelan, walaupun si Bapak sudah mmbungkukkan badannya untuk menambah kecepatan. Saya melihat jam di pergelangan tangan saya, rasa khawatir jemaat menunggu saya mulai merasuki pikiranku. Perasaan menyesal menggunakan tricycle sepeda ini mulai berperang dalam hati saya dengan pemikiran-pemikiran rasional yang membela pilihan yg saya pilih. Salah satunya pemikiran yang saya kategorikan rasional dan menjurus ke rohani adalah : "alangkah tidak bergunanya khotbah saya bagi jemaat tentang kasih sedangkan dalam kehidupan sehari-hari saya bahkan tidak mau menaiki tricycle yang dikayuh oleh si bapak yang mengharapkan sejumlah peso untuk keluarganya. Mungkin saja sejumlah peso yang sedikit ini merupakan berkat banyak yang ditunggu oleh si Bapak.Mungkin Bapak ini adalah orang yang diberkati Tuhan untuk memberkati keluarganya, untuk menghidupi keluarganya, untuk menopang keluargannya.....dst"
Kelihatan jelas dari model tricycle yang saya tumpangi kalau tricycle itu dibuat sendiri oleh si bapak dengan seadanya (seadanya disini jika dibandingkan dengn tricycle yang lain).
Saya mulai tersenyum dan menikmati perjalanan saya....saya menikmati perjalanan saat ini.
"Diri lang...(memberikan bayaran)...salamat po"
saya memasuki gereja (gereja disini adalah gedung fasilitas Konsulat yang kita pakai untuk tempat beribadah..HOI (House of Indonesia)).
Wakil Ketua Jemaat menyapa saya dengan hangat dan mengatakan bahwa saya orang kedua yang baru datang di gereja.
Trimakasih Tuhan saya tidak mengecewakan jemaat dan membuat mereka menunggu lama,
dan saya menikmati perjalanan indah ke gereja dengan si Bapak.
Tuhan Yesus memberkati orang-orang yang bekerja untuk menjadi berkat bagi orang lain..
Happy sunday Folks...
Wednesday, February 29, 2012
Loss and Lessons
Dimulai hanya dengan mengenang kembali, diskusi singkat, dan curhat2an.
Mengenang kembali kisah tragis sahabat saya.
Kisah kehilangan ayahnya lewat traffic accident merupakan topik yang selalu kami bicarakan.
Kehilangan orang yang kita cintai merupakan suatu pukulan yang cukup kuat dalam kehidupan kita.
Berandai-andai kalau orang yang kita kasihi masih ada,
berandai-andai apa yang akan dilakukan atau nasihat apa yang akan diberikan,
mengingat kembali sms dan caranya cares pada kita..
Mengingat senyuman dan pelukkan yang menunggu saat kita pulang..
dan penyesalan atas apa yang tidak dan belum sempat kita lakukan untuk Dia.
Semua orang akan kehilangan orang yang dicintainya, dan suatu saat orang-orang yang mencintai kita juga akan kehilangan 'kita' sebagai orang yang mereka cintai.
Kehilangan (baca:kematian) orang yang kita cintai tidak membuat kita kehilangan cinta mereka..cinta mereka tinggalkan untuk kita. Kenangan-kenangan indah, teladan, nasihat, dan harapan mereka akan terus hidup dalam diri kita.
Kematian Chatrin's daddy mengingatkanku akan kematian ayah saya..detik...menit..hari..minggu..bulan..15 tahun telah berlalu.Kisah sedih saat saya berada di bangku SD.
ya...15 tahun tidak membuat kita lupa akan beautiful memories, advices, lessons,Inspirational stories, humorous stories, heartwarming stories, his dreams about life..about our lives (Mom, sist and I) .
12 years, I had a short time with him; He had given me a brief lesson How to Live, but He is still teaching me an even greater lesson:
HOW TO DIE.
There are things that we don't want to happen but have to accept , things we don't want to know but have to learn, and people we can't live without but have to let go.
-Author Unknown
Mabuhay
(sibuk mikir dan mencoba memasukkan email dan pasw ..kali2 aja ada yg bener).
setelah mencontek email dari coretan semester I mencoba memasukkan dan mengganti password dgn yg baru...akhirnya Berhasilll..berhasill..berhasilll...
Tidak bisa disangkal ..L_U_P_A sering menyerang smua usia (walaupun pada usia tertentu rada2 over hehehe).
LUPA yg saya alami kali ini karena tidak mengulangi pemakaian email & password dalam jangka waktu yang cukup lama (>1 year)..
Saat ini sya kembali menyentuh Blog yang terbengkalai dan nganggur selama setahun (itupun hanya berisikan 3 posts >>miskin ide).
Kedepannya saya akan pake sebagai t4 mencurahkan uneg2 (dari pada ngomong sendiri di kamar).
Setidaknya selain menulis di my FB wall & friend's wall, sy bisa nulis d sini...karena diblog dan FB tidak ada larang untuk "Tidak boleh Mencoret DInding"
so Mabuhay..